Istighfar Penuh Kesyukuran I

Dari Rosululloh 0 Comment

Tak biasa aku sendiri begini. Membisu, berkawan tumpukkan buku-buku di meja kantor, juga deretan buku kawan-kawan penghias meja mereka. Terakhir kawan kantor pamitan dengan mata tak tega meninggalku, pukul 13.30 WIB. Hmmm...hingga 15.00 WIB bakalan sendirian. Suara molen, pekerja bangunan yang menambah bangunan lantai 2 menderu mengalahkan suara streaming-ku. Aku coba menambah volume streaming. Hasil pertarungan, suara molen seakan masuk lewat telinga kiri, suara streaming seakan masuk telinga kanan. Aroma bawang putih dari makan siangku menyengat. Lotek, campuran berbagai sayuran dengan bumbu kacang tanah, cabe, bawang putih, kencur, daun jeruk, terasi, air asam, ditambah ketupat dan krupuk. Wuih...kadang diri ini sering tergoda meski menu ini tak satu kali pun aku makan dalam waktu satu bulan. Sebenarnya aku tadi hanya membeli setengah porsi, tapi masya Allah, setengah saja harus aku makan dengan jeda. Aku harus memberi ruang gerak isi lambung ini. Padahal lotek jika tidak sekali habis rasanya akan jadi aneh. Hmmm...mau gimana lagi. Meski tadi pagi sarapan bubur seharga Rp. 1500,- saja, plus sebutir telur rebus ternyata tak mengubah jumlah makanku.
Aku jadi ingat, ahad lalu.

“Assalaamu’alaikum!!!”  salam itu mengusik kenyamanan kami melalui lubang angin jendela kamar. Sepertinya aku mengenal suara itu. Pukul 21. 14 WIB. Lampu ruang tamu rumah sudah dimatikan. Seluruh penghuni rumah kami sibuk di kamar masing-masing. “Mau ngapain ya...” celetuk si bungsu. “Nganter nasi kali” tebakku. Kami berdua tak beranjak meski sudah menjawab salam. Adikku yang berada di kamar sebelah terdengar membukakan pintu.  Sayup-sayup kami mendengar percakapan di luar. “Astaghfirrullahal’adziiim...” guman si bungsu. Beberapa detik berikutnya tawa kami pecah. “Wong di kasih makanan orang kok malah istighfar yo Mbak”, katanya. “Sudah jam segini, lagian makanan kita masih sisa banyak kan Mbak,” lanjut dia. “ Kita simpan untuk besuk pagi...” sahutku. Benar. Sepupu kami mengirim makanan. Kami tidak tahu kalau mereka ada acara.

Dua hari dapur kami tidak mengepul. Hari sebelumnya kami mendapat kiriman makanan dari kakak ipar. Malamnya kami membawa pulang lagi makanan karena mengikuti acara di rumahnya. Dari pada mubazir, akhirnya kami simpan saja untuk esuk paginya. Alhamdulillah tidak perlu masak. Cukup untuk makan pagi dan makan siang. Belum juga kami makan siang, eeee...kami dapat kiriman makan siang plus kotak syukuran dari saudara yang aqiqah-an. Alhamdulillah dapat makanan segar. Ba’da ashar kami ke rumah mereka berniat membantu mengantar makanan ke tetangga. Dan tentu saja di sana kami disuruh makan. Aku sedang ada jadual puasa saat itu, maka aku katakan saja, maaf aku puasa. Kedua adikku meski belum lapar, akhirnya makan untuk menghormati mereka. Menjelang maghrib kami ijin pulang, kedua adikku pulang lebih dulu. Keberuntungan, disebabkan aku tidak makan di sana maka jatah makanku dibawain pulang, “Untuk buka puasa di rumah,” kata saudaraku khawatir makanan di rumah habis. Aku sudah berusaha meyakinkan mereka bahwa di rumah masih banyak. Tak mempan. Akhirnya aku dibawain lauk tanpa nasi. Alhamdulillah.

“Mbak, dapet syukuran aqiqah dari Mbak Bekti,” kata adikku menyambut kedatanganku. “Alhamdulillah...padahal aku juga dibawain makanan Bu Tukinah lho, banyak banget...” sahutku. Bekti, salah satu sahabat baikku. Rumahnya sekitar 6 km dari rumahku. Sering sekali dia mengirim makanan ke tempatku. Alhamdulillah ya Allah. kami benar-benar berlimpah rezeki, dan tidak juga berbagi ke tetangga dekat karena kami tahu bahwa mereka juga mendapat rezeki melalui saudara kami yang syukuran. Akhirnya sisa makan malam kami, kami simpan untuk esuk hari hingga kami mendapat tambahan rezeki lagi.

 

 

 


[to be continued]


http://inspirasimustika.blogspot.com/2011/04/astaghfirullah.html

(read more ...)



Berharap hanya pada-Mu

Dari Rosululloh 0 Comment

Abu Dzar ra. berkata bahwa Nabi Muhammad SAW. bersabda, "Allah Azza wa Jalla berfirman,"Barangsiapa datang membawa satu kebaikan, baginya sepuluh kebaikan sepertinya, atau, Aku tambahkan lagi. Dan barangsiapa datang membawa satu kesalahan, maka balasan kesalahannya adalah satu kesalahan sepertinya, atau Aku mengampuninya.Barangsiapa mendekatkan diri kepada-Ku satu jengkal Aku mendekatinya satu hasta. Barangsiapa mendekatkan diri kepada-Ku satu hasta Aku mendekatinya satu depa. Dan Barangsiapa mendekati-Ku dengan berjalan Aku mendekatinya dengan berlari. Dan barangsiapa menemui-Ku dengan kesalahan sepenuh bumi sementara dia tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu, maka Aku menemuinya dengan ampunan sepenuh bumi." (HR. Muslim)


Makna hadist di atas, barangsiapa mendekatkan diri kepada-Ku dengan ketaatan, Aku akan mendekatinya dengan rahmat-Ku. Jika ia menambah ketaatannya kepada-Ku, Aku akan menambahkan rahmat untuknya. Jika ia datang kepada-Ku denga berjalan, mempercepat langkah untuk taat kepada-Ku, Aku datang kepadanya dengan berlari. Artinya, Aku limpahkan rahmat kepadanya. Bahkan, Aku mendahuluinya dengan rahmat itu, Aku menjadikannya tidak perlu banyak berjalan untuk mencapai tujuan.


Pelajaran dari hadist ini ; hendaknya kita antusias dan berharap akan ampunan serta rahmat Alloh. Kita tidak semestinya kita berputus asa terhadap maghfirah-Nya. Alloh akan melipatgandakan pahala dari amal ibadah yang kita lakukan untuk-Nya. Pelipatgandaan kebaikan yang paling sedikit adalah sepuluh kali. Bahkan, terdapat janji Alloh yang akan melipatgandakan hingga tujuh puluh samapai tujuh ratus kali.


sumber : Riyadhus Shalihin-Imam Nawawi


 


 

(read more ...)

BIDADARI SURGA MENANTIMU

Dari Rosululloh 1 Comment

 






Bidadari menantimu? Hmmm...bagaimana ya rasanya dinanti-nanti bidadari? Mendengar bidadari disebut pastilah angan kita membayangkan sesosok gadis dengan semua keelokannya. Bahkan sesungguhnya dia tak terbayangkan keelokannya. Siapa yang dinanti bidadari? Engkaukah wahai wanita muslimah? Atau engkaulah ratu dari bidadari itu?




Dari kitab Tanbihul ghafilin jilid 2 yang dialih bahasakan oleh H. Salim Bahreisy, saya coba tuliskan kembali beberapa hadist siapa yang dinanti bidadari. Ini sekedar menambah referensi menghadapi bulan Romadhan bagi yang belum pernah membacanya, dan jadi penguat iman bagi ahlinya.



  1. Sesungguhnya surga itu diukup-ukup dan diperhias tiap tahun ketika masuk bulan Romadhan, maka apabila pada malam pertama Romadhan datang angin dari bawah ‘Arsy yang bernama Almutsirah, maka menggoyangkan daun-daun surga dan menggerakkan daun pintu surga sehingga terdengar suara bidadari dari jendela-jendela bagian atas surga dan berseru : Siapakah yang meminang kepada Alloh untuk dikawinkan seorang dari kami, kemudian bidadari-bidadari itu bertanya kepada malaikat Ridwan ; Ya Ridwan, malam apakah ini? Jawab Ridwan ; wahai wanita-wanita cantik, ini malam pertama dari bulan Romadhan. Kemudian Alloh berfirman : Ya Ridwan, bukalah pintu-pintu surga untuk orang-orang yang berpuasa dari ummat Muhammad SAW. Dan Alloh menyuruh malaikat Malik : Ya Malik, tutuplah neraka-neraka jahim dari orang-orang yang berpuasa dari umat Muhammad SAW. Dan Alloh berfirman ; Ya Jibril, turunlah ke bumi dan ikatlah syaithan-syaithan yang jahat dan rantai mereka kemudian buanglah mereka dalam laut supaya tidak mengganggu (merusak) puasa umat Muhammad SAW. Dan tiap malam Romadhon Alloh berseru tiga kali ; Siapakah yang minta akan Aku beri permintaannya, siapakah yang tobat dan Aku terima tobatnya, siapakah yang minta ampun maka akan Aku ampunkan, kemudian diserukan ; Siapakah yang akan menabung pada yang kaya yang tidak pernah punya, dan yang selalu menepati yang tidak dhalim, dan pada tiap hari bulan Romadhon Alloh memerdekakan sejuta ahli neraka yang semua layak disiksa, dan bila pada hari atau malam jum’at pada tiap jam dimerdekakan sejuta orang dari api neraka, dan bila pada akhir Romadhan Alloh memerdekakan pada hari itu sebanyak orang yang dimerdekakan pada hari pertama hingga akhir Romadhan. Dan pada malam lailatul qadr Alloh menyuruh malaikat Jibril dengan rombongan malaikat turun ke bumi dengan membawa panji hijau yang diletakkan di atas Ka’bah, dan ia mempunyai enam ratus sayap, diantaranya dua sayap yang tidak terhampar kecuali pada malam lailatul qadr, maka dihampar sehingga meliputi ujung timur hingga ujung barat. Lalu Malaikat Jibril mengutus Malaikat pergi kepada umat Muhammad SAW untuk memberi salam pada tiap orang yang sedang berdiri atau duduk, sembahyang atau berdzikir dan menjabat tangan mereka serta mengaminkan do’a mereka sehingga terbit fajar. Apabila telah terbit fajar maka Malaikat Jibril berseru ; hai para malaikat segera kembali. Kembali, lalu malaikat bertanya ; bagaimana mengenai hajat kaum mu’min umat Muhammad SAW? Jawab Jibril ; Alloh melihat mereka dengan pandangan rahmat lalu memaafkan mereka, kecuali empat macam ; 1. Pemabuk, 2. Pendurhaka terhadap orang tua, 3. Memutus hubungan family, 4. Memboikot, tidak bicara dengan saudaranya lebih dari tiga hari. Dan apabila tiba malam ‘Idul fitri itu bernama malam pembagian hadiyah, maka pada pagi harinya diutus malaikat berdiri diperempatan jalan sambil berseru dengan suara lantang dapat didengar oleh segala sesuatu kecuali jin dan manusia ; Hai umat Muhammad keluarlah kamu kepada Tuhan Yang Pemurah, memberi yang besar dan mengampunkan dosa-dosa besar, maka bila mereka telah keluar ke mushala, Alloh berfirman kepada Malaikat ; Hai malakikat-Ku apakah upah buruh bila telah selesai pekerjaannya? Jawab Malaikat ; Ya Tuhan, upahnya supaya dibayar lunas. Maka firman Alloh ; Aku persaksikan kepadamu hai malaikat-Ku bahwa pahala puasa dan bangun malam Romadhon itu keridhaan-Ku dan ampunan-Ku. Kemudian Alloh berfirman ; mintalah wahai hamba-Ku, maka demi kemulyaan dan kebesaran-Ku tiadalah kamu minta urusan dunia atau agama melainkan Aku berikan kepadamu.


2.    Tiadalah seorang hamba yang puasa romadhan dengan tenang diam, selalu berdzikir, dan melaksanakan yang halal dan meninggalkan yang haram, dan tidak berbuat kekejian, melainkan ia akan keluar dari bulan Romadhan sudah diampunkan semua dosa-dosanya, dan dibangunkan untuk tasbih dan tahlil sebuah rumah di surga dari zamrud yang hijau di dalamnya ada yagut yang merah, didalam yagut itu ada kemah dari permata yang berlubang dan di dalamnya ada bidadari yang memakai dua gelang emas bertaburkan yagut merah yang dapat menerangi bumi semuanya.


3.    Andaikan hamba-hamba itu mengetahui kebesaran rahmat yang turun di bulan Romadhan, niscaya umatku akan menginginkan supaya Romadhan itu satu tahun penuh. Lalu ada orang dari khuza’ah bertanya ; Ya Rosulullah ceritakan kepada kami apa yang terkandung di dalamnya. Maka Rosulullah menjawab ; sesungguhnya surga itu dihias pada bulan Romadhan tiap tahun, maka bila tiba pertama bulan Romadhan mendesir angin dari bawah ‘Arsy maka bernyanyilah daun-daun pohon-pohon surga, lalu keluar bidadari untuk melihat keadaan itu, lalu mereka berdo’a ; Ya Tuhan berilah untuk kami dalam bulan ini suami dari para hamba-hamba-Mu yang menyenangkan, juga mereka senang dengan kami. Maka tiada seorang yang puasa melainkan akan dikawinkan dua bidadari yang di dalam kemah dari permata yang berlubang sebagaimana firman Alloh ; Dan bidadari itu tetap berada dalam kemah-kemah. Dan tiap bidadari memakai tiap bidadari memakai tujuhpuluh pakaian yang masing-masing berbeda-beda warnanya, sebagaimana juga diberi tujuhpuluh macam minyak harum, dan untuk tiap bidadari satu tempat tidur dari yagut merah, dianyam dengan permata, dalam tiap tempat tidur terdapat tujuhpuluh kasur yang sepreinya dari sutera yang berkilauan, tiap bidadari mempunyai tujuh puluh pelayan. Ini semua untuk tiap hari puasa, selain amal-amal yang lain.


4.    Nabi Muhammad SAW bersabda ; Saya keluar kepadamu ini dan saya akan memberitahu kepadamu tentang lailatul qadr, tetapi lalu saya kuatir kalau-kalau kamu bersandar kepadanya dan semoga menjadi lebih baik, karena itu kamu cari lailatul qadr itu pada malam dua puluh satu, dan duapuluh tiga, dan duapuluh lima, dan dua puluh tujuh, dan pada akhir Romadhan, dan tanda-tandanya udara malam itu terang sedang tidak panas dan tidak dingin, matahari terbit pada pagi harinya tidak tajam cahahanya, siapa yang bangun pada malam lailatul qadr terdorong oleh iman dan benar-benar mengharap ridho pahala dari Alloh, maka Alloh akan mengampunkan semua dosa yang terjadi sebelumnya.


Bulan Romadhan, bulan dimana datangnya membawa rahmat juga barokah Alloh untuk kita, sedang keluarnya membawa dosa-dosa kita disebabkan ampunan Alloh. Sungguh..amat merugi orang-orang melewati bulan itu tapi tidak mendapatkan apapun. Na’udzubillah...Selamat menikmati jamuan Alloh,. Selamat berburu full bonus pahala. Selamat menjemput bidadari yang tidak pernah disentuh oleh jin dan manusia (QS. Ar-Rohmaan ; 56)


**)I(**)I(**mustika




 

(read more ...)

Al Ukhuwwah

Dari Rosululloh 0 Comment













Ukhuwah....kata ini sering kali kita gunakan dalam komunikasi. bahkan adakalanya kata ukhuwah mengikuti kata salam (salam ukhuwah-red). Sapaan yang sering digunakan jika kita menyapa orang yang baru dikenal, dan ingin mengenal orang tersebut. Apa sih sebenarnya ukhuwah itu?


Al-Ukhuwwah (persaudaraan) adalah hendaknya hati dan jiwa bersatu dengan ikatan akidah, sedangkan akidah sendiri merupakan ikatan yang paling kuat dan paling mahal.


Persaudaraan Islam sebagai pertalian akidah yang menyatukan kaum muslimin satu sama lain serta ikatan Rabbani yang mengikat hati mereka, serta hubungan kedekatan karena Alloh. Ini merupakan salah satu ikatan iman yang paling kuat. (kitab waajibatul Ukhuwwah wa takaafulifuhaa)


Ukhuwwah, ibarat bangunan yang kukuh, satu bagian menguatkan bagian lainnya atau ibarat satu tubuh yang apabila satu anggotanya merasakan sakit maka anggota tubuh lainnya ikut merasakan demam dan berjaga.


Persaudaraan sebagai ikatan akidah, menjadikan mereka keras terhadap orang-orang kafir tetapi saling berkasih sayang sesama mereka. (QS. Al-Fath : 29). Sabda Rosululloh yang diriwayatkan oleh Ahmad “ Sekuat-kuat ikatan iman adalah cinta karena Alloh dan benci karena Alloh”.  (Hadits-hadits sejenis dapat dilihat di kitab Riyadhus Shalihin-nya Imam Nawawi pada bab Keutamaan Cinta dan Anjuran Saling Mencintai karena Alloh).


Islam telah menjelaskan hak-hak dan kewajiban-kewajiban Al-Ukhuwwah yang praktis dan riil sehingga menjadikannya sebagai tanggung jawab, dan bukan sekadar teori ataupun ucapan belaka.


a.   Ukhuwwah akan membantu dalam ketaatan kepada Alloh


Sabda Rosul SAW.,”barangsiapa yang Alloh menghendaki kebaikan padanya, maka Alloh akan mengarunianya seorang sahabat akrab yang sholeh. Jika ia lupa, sahabatnya mengingatkannya, dan jika ia ingat, maka sahabatnya itu akan membantunya.” Sedang Umar bin khatab ra berkata, “Hendaklah kamu mencari sahabat-sahabat yang jujur, hiduplah dalam naungan mereka, karena mereka adalah perhiasan dalam kelapangan dan tabungan dalam cobaan.”


b.   Ukhuwwah adalah rasa sepenanggungan dan kesadaran terhadap kebutuhan saudara serta usaha untuk membantu memenuhinya. Sesuai dengan sabda Rosululloh SAW.,”Sungguh, salah seorang dari kamu berjalan kepada saudaranya dalam rangka memenuhi kebutuhannya -ia membuat isyarat dengan jarinya- itu lebih baik daripada ia beri’tikaf di masjidku ini selama dua bulan.” (HR. Hakim. Sanad shasih)


c.    Ukhuwwah adalah kesetiakawanan dalam hal materi


Sabda Rosululloh SAW,”Barangsiapa meringankan dari seorang muslim satu kesulitan di dunia, niscaya Alloh memberikan keringanan baginya dari satu kesulitan di antara kesulitan-kesulitan di hari kiamat. Barangsiapa yang memudahkan seorang yang kesulitan, niscaya Alloh memudahkannya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, niscaya Alloh menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Alloh akan selalu menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’I, dan ibnu Majah)


d.    Ukhuwwah adalah kesetiakawanan sosial, dari yang sederhana sampai yang paling penting


Rosululloh SAW bersabda,”Hak seorang muslim yang wajib ditunaikan oleh muslim lainnya adalah jika kamu berjumpa dengannya, ucapkanlah salam kepadanya, jika ia mengundangmu maka penuhilah undangannya, jika ia minta nasehatmu maka nasehatilah ia, jika ia bersin lantas mengucapkan Alhamdulillah maka jawablah yarhamukalloh, jika ia sakit maka jenguklah, dan jika ia meninggal maka antarkanlah ke makamnya.” (HR. muslim)


e.    Ukhuwwah adalah keakraban, kecintaan, dan kasih sayang


Rosululloh SAW bersabda,”Janganlah kalian saling memutus hubungan, janganlah saling menjauhi, janganlah saling membenci, dan janganlah saling mendengki, tetapi jadilah kalian hamba-hamba Alloh yang bersaudara. Seorang muslim tidak halal untuk mengucilkan saudaranya melebihi tiga hari.” (HR. Malik, Bukhori, Abu Dawud, Tirmidzi). Sabda Rosululloh,”janganlah kalian meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun hanya (berupa) menjumpai saudaramu dengan wajah berseri-seri.” (HR. Muslim). Sabda Nabi SAW yang lain,”Semua kebajikan adalah sedekah, dan salah satu kebajikan adalah kamu menjumpai saudaramu dengan wajah berseri-seri, atau kamu menuangkan air dari embermu ke bejana saudaramu.” (HR. Tirmidzi). Sabda Nabi SAW “Hendaklah kamu sekalian saling memberi hadiah, niscaya kamu saling mencintai dan akan hilanglah dendam kesumat.” (HR. Mutafaqun ‘alaih)


f.      Ukhuwwah adalah kecemburuan dan kesetiaan


Rosululloh SAW bersabda,”barangsiapa melindungi kehormatan saudaranya, niscaya Alloh melindungi wajahnya dari api neraka di hari kiamat.” (HR. Tirmidzi). Sabda Rosululloh Saw,”Doa seseorang untuk saudaranya dari kejauhan itu mustajab. Di kepalanya ada malaikat yang ditugasi. Setiap kali ia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang ditugasi itu berkata,”Amiin, semoga kamu juga mendapatkan yang serupa.” (HR. Muslim)














Sumber ;


Al Qur’an


Imam Nawawi ~terjemahan & syarah Riyadhus sholihin


Fathi yakan~Rajab 1427 H~Komitmen Muslim sejati~ intermedia



 


 

(read more ...)